Sabtu, 30 November 2013

Road to Sibayak

Sore itu 14 september 2013 aku dan teman-teman pergi meninggalkan kota medan menuju kota Berastagi, sebelum berangkat kami dibingungkan dengan safety keselamatan berkendara yang sangat familiar yaitu Helm yang belum lengkap, saat itu pula kami kesana-kemari mencari pinjaman Helm kepada temen-teman kuliah yang laiinya yang berada disekitar tempat tinggal kami.
            Tak lama kemudian kami pun mendapatkan helm terseut, tepat pada pukul 16.00 wib, kami beranjak dari jalan gurilla tempat dimana kami tinggal lalu menyusuri jalan kota medan yang pada saat itu cukup macet, maklum jam pulang kerja, kami pun mengambil banyak jalan Potongan untuk keluar dari hiruk-pikuk kota medan.
Tak lama sesudah itu kami pun berkumpul di jalan jamin ginting, (daerah pinngiran kota medan), jalan Jamin Ginting adalah satu-satunga Akses dari kota medan Menuju kota berastagi yang akan kami tuju. Beberapa teman mungkin belum tahu keadaan kota wisata di tanah karo tersebut, tepat berada di daerah pancur batu kami singgah sebentar di rumah makan Kebetulan menyediakan hidangan yang halal, maklum Rumah makan  sepanjang jalan jamin Ginting banyak menyediakan Makanan non Halal. kami pun mengisi amunisi untuk ketahanan tubuh dengan makan yang secukupnya.
Setelah makan tepat disamping Tempat kami menyantap hidangan tersebut ada minimarket, disitu kami belanja secukupnya untuk kebutuhan saat malam nanti sepertinya medan yang kami tuju cukup menguras stamina tubuh, dengan itu kami perbanyak snack roti dan beberapa Air mineral untuk persediaan dijalan.
Hari pun semakin larut, matahari sudah tenggelam di upuk barat, kami langsung melanjutkan perjalanan. Jalan yang kami tempuh untuk mencapai kota berstagi cukup Menantang dan sengat rawan karena banyak tikungan yang sangat tajam, dan jalan yang selalu mendaki. Disitu deperlukan stamina, mental, dan respon yang baik, agar selamat sampai tujuan. Ketika ba’da Maghrib kami berhenti di SPBU yang berada di daerah sibayakido, atau yang sangat populer sikenal dengan Pabrik air Mineral Aqua, untuk mengisi bahan bakar yang semakin sedikit untuk perjalanan selanjutnya, tak lupa kami shalat Maghrib Berjamaah di SPBU tersebut yang menyediakan Mushallah.
Sehabis melaksanakan Shalat Maghrib berjamaah kami melanjutkan perjalanan menuju dataran tinggi di sumatera utara tersebut. Dengan mengucapkan Basmalah dan doa kami langsung bergegas, tak lama kemudian kami sampai di daerah Tahura (Taman Hutan Raya), teringat tahura teringat saat dulu mengikuti pendidikan pencinta alam. Beberapa kolometer dari tahura sampilah di Bukit kubu bukit yang sangat luas dan hijau ketika siang hari, Walaupun pada saat itu malam. Tepat pukul 21.00 wib kami sampai di mesjid di kota berastagi yang berada di dekat puncak Gundaling. Setelah melaksanakan Shalat isya berjamaah dengan teman-teman kami sedikit berbincang dengan tokoh masyarakat yang berada di mesjid itu. “Kalian mau kemena nak” tanyak seorang dari masyarakat disitu, “Rencananya kami mau Mendaki Gunung sibayak pak, kira2 kalau akses menuju kesitu dari mana ya pak” jawab teman ku Rizky, “oh kalian mau mendaki ya, kalau dari sini bisa, tapi lebih sering orang mendaki leawat pemandian air pans sidebuk-debuk”. “Oh terima kasih ya pak”. Setelah istrahat dan duduk sebentar kami melanjutkan perjalanan. Ternyata untuk sampai ke pintu masuk gunung sibayak, kami beberapa kali kesasar, kami pun mengelilingi kota berastagi untuk kesana, alhasil kami kesasar, beberapa kilometer, ternyata jalan yang kami teluuri adalah jalan potongan untuk menuju kemedan, dan akhirnya kami kembali lagi dan alhamdullilah ketemu juga, setelah kami masuk, terntyata ada petugas yang meminta retribusi untuk masuk ke Gunung sibayak dan perorangnya dikenakan biaya Rp. 4.000, setelah itu kami masuk masih dengan sepeda motor yang kami kendarai dan ternyata jalan yang kami lewati selalu menanjak dan semakin menanjak, dan cukup sulit juga ternyata bagi kuda besi yang kami tumpangi untuk naik kesana, dan tak lama kemudian, ada sesuatu yang aneh, didepan kami kelihat lampu yang cukup terang, dan kami pun semakin dekat, ternyata ada segerombolan pendaki yang cukup banyak dan tampak kelihatan aneh, bagi teman yang laiinya, tiba-tiba kami di stop, dan kami sempat takut dan grogi, jangan-jangan mereka ingin bertindak Kriminal kepada kami.

To be Continued.........


Rabu, 20 November 2013

Lirik Chord Gitar Adista – Saranghae

Intro: C G Am F

C                                        
Rasa sakit ini sangatlah perih
G
Sunngguh sakit sakit kurasa
Am                                              F
Kau buat ku hancur dan tak berharap
C
Kau bilang ku hanya sebatas teman
G
Tapi hati ini sungguh tak bisa
Am                                       F
Merima semua yang kau katakan

Intro : C G Am F
C
Rasa ini slalu ada dihati
G
Tak bisa ku untuk melupakanmu
Am                                  
    F
Karna aku masih mencintai mu
C
Ku mohon jangan tinggal kan aku
G
walau engkau tak bisa menerima
Am                                     F
Diri ku menjadi kekasih hati mu

Bridge :
C             G          Am                 F
Di...rimu...selalu....selalu ada dihatiku
C             G          Am                 F
Tak bisa diriku untuk melupakan


Reff :
C
Aku tak bisa melupakanmu
G
Begitu saja begitu saja
Am
Lupakan dirimu lupakan dirimu
F
Saranghae
C
Aku tak bisa menjauh darimu
G
begitu saja begitu saja
Am
Lepaskan dirimu lepaskan dirimu
F
Saranghae

Solo Gitar: C G Am F 2x
#Back To Bridge
#Back to Reff
Outro : C G Am F