Senin, 24 Maret 2014

Proposal Penelitian

Pengaruh Balance Scorecard Terhadap Kinerja Karyawan di Bank Mandiri Cabang Pematang Siantar
1.      Pendahuluan
Dalam kajian manajemen strategik, pengukuran hasil (performace) memegang peran sangat penting, karena ini tidak saja berkaitan dengan  penentuan keberhasilan akan tetapi menjadi ukuran apakah strategi berhasil atau tidak.  Artinya hasil akan dijadikan ukuran apakah strategi berjalan baik atau tidak; bila organisasi tidak dapat mencapai hasil maka diagnosa pertama menunjukkan bahwa strategi tidak berjalan. Dalam ukuran yang dinilai tradisionil, Whelen (2006) menunjukkan bahwa ROI (Return Investment) mengandung berbagai kelemahan. Kelemahan ini bagaimanapun memaksa praktisi memikirkan ukuran yang lebih komprehensif yang dapat digunakan.
Dalam akuntansi manajemen dikenal alat analisis yang bertujuan untuk menunjang proses manajemen yang disebut dengan Balanced Scorecard (BSC) yang dikembangkan oleh Norton pada tahun 1990. Balanced Scorecard merupakan suatu ukuran yang cukup komprehensif dalam mewujudkan kinerja, yang mana keberhasilan keuangan yang dicapai perusahaan bersifat jangka panjang (Mulyadi dan Johny Setyawan, 1999). Balanced Scorecard tidak hanya sekedar alat pengukur kinerja perusahaan tetapi merupakan suatu bentuk transformasi strategik secara total kepada seluruh tingkatan dalam organisasi. Dengan pengukuran kinerja yang komprehensif tidak hanya merupakan ukuran-ukuran keuangan tetapi penggabungan ukuran-ukuran keuangan dan non keuangan maka perusahaan dapat menjalankan bisnisnya dengan lebih baik.
2.      Latar Belakang Masalah
Bank adalah suatu lembaga keuangan yang bergerak dalam jasa pelayanan publik, dalamm pelayanannya lembaga ini berfungsi sebagai penghimpun serta penyalur dana baik Individu maupun kelompok. Bank terdiri dari dua jenis, yaitu; Bank umum dan Bank Sentral, Bank Sentral bertugas sebagai pemantau maupun menstabilkan ekonomi suatu negara, sedangkan Bank Umum bertugas sebagai penghimpun dan penyalur dana, seperti yang akan penulis bahas dibawah ini.
PT Bank Mandiri (PERSERO), adalah bank yang berkantor pusat di Jakarta dan
merupakan bank terbesar di Indonesia dalam aset pinjaman dan deposit.
Bank yang berdiri
pada tanggal 2 Oktober 1998 ini merupakan bank program restrukturisasi perbankan yang
dilaksanakan Pemerintah Indonesia pada bulan Juli 1999.
Bank Mandiri merupakan gabungan dari ke-4 Bank yang ada di Indonesia yaitu, Bank BBD (Bank Bumi Daya), Bank BDN ( Bank Dagang Negara), Bank Exim (Bank Ekspor Impor Indonesia), dan Bank Bapindo (BankPembangunan Indonesia).
Pada Maret 2005,Bank Mandiri telah mempunyai 825 cabang yang
tersebar di seluruh Indonesia dan enam cabang di luar Negeri.Selain itu pula,
Bank Mandiri
mempunyai sekitar 2.500 ATM dan tiga anak perusahaan utama yaitu Bank Syariah Mandiri,
Bank Mandiri Sekuritas, dan AXA Mandiri.Oleh karena itu semua, Bank mandiri mendapat
julukan “Bank Mandiri Bank Terbaik di Indonesia”.[1]
Scorecard artinya kartu skor, maksudnya adalah kartu skor yang akan digunakan untuk merencanakan skor yang diwujudkan di masa yang akan datang, sedangkan balanced artinya berimbang, maksudnya adalah untuk mengukur kinerja seseorang diukur secara berimbang dari dua perspektif yaitu keuangan dan non keuangan, jangka pendek dan jangka panjang, intern dan ekstern (Mulyadi, 2005). [2]
Definisi Balance Scorecard- Pada awalnya, Balanced Scorecard diciptakan untuk mengatasi problem tentang kelemahan sistem pengukuran kinerja eksekutif yang hanya berfokus pada perspektif keuangan saja dan cenderung mengabaikan perspektif non keuangan. Menurut Kaplan dan Norton (1996), menyimpulkan bahwa hasil studinya tersebut untuk mengukur kinerja eksekutif di masa depan diperlukan ukuran komprehensif yang mencakup empat perspektif yaitu perspektif keuangan, pelanggan/konsumen, proses internal bisnis, serta pembelajaran dan pertumbuhan.

3.      Identifikasi Masalah
a.       Kinerja SDM Bank mandiri cabang Pematang Siantar saat ini belum maksimal
b.      Kemampuan Karyawan PT. Bank Mandiri.tbk cabang Pematang Siantar masih belum merata
c.       Dalam kinerja adanya senioritas dan loyalitas

4.      Pembatasan Masalah
Batasan masalah yang akan diambil dalam penelitian ini adalah metode pengukuran kinerja yang lebih komprehensif (menyeluruh), menggambarkan realita sesungguhnya dari Aktivitas karyawan pada Bank Mandiri. Penilaian kinerja masih berfokus pada ukuran finansial, sehingga belum cukup mewakili untuk menyimpulkan baik atau tidaknya kinerja yang dijalankan oleh Bank Mandiri Pematang siantar.
5.      Rumusan  Masalah
Dari latar belakang yang telah diuraikan di atas, dapat dirumuskan berbagai masalah yaitu sebagai berikut:
a.       Sejauh mana tingkat penilaian kinerja karyawan terhadap prestasi kerja di Bank mandiri Cabang Pematangsiantar
b.      Metode Penilaian apa saja yang digunakan Manager untuk menilai Kinerja dan prestasi Karyawan Bank Mandiri Pematang siantar
c.       Pengaruh metode Balance Scorecard pada Bank Mandiri

6.      Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dari  penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja Bank Mandiri Cabang Pematang Siantar bila  diukur dengan menggunakan Metode Balanced Scorecard yang sifatnya mengetahui Penilaian suatu kinerja Individu pada suatu lembaga atau perusahaan.

7.      Manfaat Penelitian.
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.       Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai pembuktian keefektifan penerapan Balanced Scorecard sebagai metode pengukuran kinerja yang komprehensif, koheren, dan terukur pada suatu perusahaan.
b.      Manfaat Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, yaitu sebagai berikut:
-          Bagi Bank Mandiri Cabang Pematang Siantar
Penelitian ini bermanfaat sebagai alternatif pengukuran kinerja yang lebih komprehensif dalam menilai kinerja manajemen.

-          Bagi Ilmu Pengetahuan
Bagi ilmu pengetahuan khususnya akuntansi umum, hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah kepustakaan yang sifatnya empiris mengenai pengukuran kinerja dengan pendekatan Balanced Scorecard.
c.       Bagi Penulis
Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pengalaman serta dapat menerapkan teori-teori perkuliahan ke dalam praktek dunia usaha dan memberi gambaran nyata tentang dunia usaha khususnya pengukuran kinerja dengan pendekatan Balanced Scorecard.



[1] http://sejarahbankmandiri.blogspot.com/2013/02/sejarah-bank-mandiri.html
[2] Mulyadi. 2005. “Alternatif Pemacuan Kinerja Personel dengan Pengelolaan Kinerja Terpadu Berbasis Balanced Scorecard.” Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Vol.20, No.3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar