Selasa, 22 Oktober 2013

Manajemen Operasional



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Manajemen operasi adalah salah satu materi kuliah yang diberikan pada mata kuliah pengantar manajemen. Materi ini akan dikaji lebih dalam oleh penulis. Mengingat pentingnya kedudukan manajemen operasi pada suatu perusahaan, sehingga penulis tertarik untuk meneliti hal-hal yang berkaitan dengan manajemen operasi. Karena tanpa manajemen yang baik dalam pengoperasian, suatu perusahaan akan mengalami masalah. Sehingga pengetahuan tentang manajemen operasi, mutlak diperlukan oleh setiap manajer.
Apakah yang dimaksud dengan manajemen operasi? Hingga seperti apakah proses manajemen operasi itu seharusnya? Dan hal-hal apa saja yang berkaitan dengan manajemen operasi? Semua itu akan penulis bahas dalam makalah ini.

1.2  Rumusan Masalah
Terdapat beberapa sub-bab terkait dengan materi manajemen operasi. Pengertian manajemen operasi. Kegunaan manajemen operasi. Proses manajemen operasi. Dan sebagian materi manajemen operasi lainnya. Secara sederhana, misalnya model konseptual sistem operasional. Karena tanpa mengetahui model konseptual sistem operasional, akan sulit untuk mempraktikan manajemen operasi itu sendiri.
Pendekatan sistem operasional terdiri dari proses transformasi manajerial, sistem komunikasi, output, dan sistem penguatan kembali (reenegizing).
Model strategi operasi merupakan sub-bab manajemen operasi yang dapat dipraktikan pada perusahaan. Karena akan membantu untuk mencapai tujuan yang diinginkan, agar menghasilkan barang atau jasa yang mempunyai keunggulan dan mampu untuk bersaing.
Hal lainnya yang akan dibahas ialah keterkaitan tujuan perusahaan dan operasi. Karena tujuan akan menunjukkan produktivitas operasi yang diminta, jika perusahaan itu hendak mencapai keunggulan bersaing di pasar.
Perancangan sistem operasi terdiri dari beberapa rancangan, diantaranya: barang atau jasa,kapasitas, pemilihan proses, arus proses, lokasi fasilitas, perencanaan penyusunan tata ruang, dan rancangan kerja.
Sub-bab yang terakhir dikaji adalah perencanaan dan pengawasan operasional. Dimulai dari perencanaan produksi, jadwal detail dengan menggunakan software manajemen proyek, manajemen persediaan, pengawasan kualitas, manajemen kualitas terpadu (Total Quality Management/TQM), dan penghargaan kualitas (Quality Award). Serta konsep dan aplikasi manajemen operasional itu sendiri.


1.3  Tujuan Penulisan Makalah
Turut membantu untuk mempermudah pemahaman terhadap manajemen operasi dan hal-hal yang berhubungan dengan manajemen operasi. Karena manajemen operasi merupakan salah satu materi kuliah pada mata kuliah pengantar manajemen yang harus dipahami.





BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian
Pengendalian Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,” terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus yang berati “tangan”. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia.[1] Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi Ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.
 [1]Manajemen operasi adalah sebagi rangkaian proses pengelolaan keseluruhan sumber daya perusahaan yang dibutuhkan dalam menghasilkan barang atau jasa yang akan di tawarkan kepada konsumen. Konsep-konsep dasar (basic concepts) ialah bagaimana seharusnya menyelesaikan pekerjaan untuk menghasilkan sesuatu dengan melalui kegiatan orang lain (getting this done through the effors of other people). Prinsip-prinsip (principles) merupakan petunjuk/pedoman agar dalam mendapatkan sesuatu itu (barang, jasa) sesuai dengan yang diharapkan (efektif) dan dengan biaya/ongkos yang paling murah (efisien). Kegiatannya ialah proses perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian dengan bantuan metode/cara-cara teknik kerja yang terbaik, termudah dan termurah sehingga semua sumber daya (input) akan dapat ditransformasikan (transformation) menjadi barang atau jasa (output). Semua kegiatan kerja/ pengerjaan yang berhubungan dengan pemberian nilai tambah atau memproduksi disebut dengan operasi (operation).
Operasi itu merupakan suatu proses kegiatan pengubahan bahan-bahan dasar menjadi hasil jadi (operation is the process of transforming input into output). Seluruh proses pengelolaan kegiatan tersebut disebut manajemen operasi, sehingga manajemen operasi dapat dikatakan sebagai proses memanajemeni produksi dalam organisasi. Operational management is the activities necessary to produce and deliver a product or service (H. Weirich dan Koontz:1994). Manajemen operasional adalah kegiatan yang dilakukan untuk memproduksi dan menyerahkan suatu produk atau jasa. Manajemen operasi adalah pengembangan, penggunaan, dan penginteraksian dari sumber daya (orang, fasilitas, informasi, bahan-bahan, uang dan ide) untuk menyediakan barang dan jasa atau menghasilkan ide untuk itu perusahaan didirikan (E. F. Huse:1994). Manajemen operasi adalah proses dari perencanaan, pengorganisasian, pengawasan operasi untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien (Aldag Stearn:1987). Hakikat inti dari manajemen operasi adalah suatu proses memanajemeni kegiatan produksi dalam organisasi yang menghasilkan barang, jasa atau bahkan ide. [2]Tugas utama dari manajer operasi adalah untuk mengembangkan bidang operasi yang selaras dengan kebutuhan pasar.
2.2 Model Konseptual Sistem Operasional
Model konseptual sistem operasional ini dikemukakan oleh Weihrich dan Koontz.
Input terdiri dari:
1.      tenaga kerja/manusia.
2.      Kapital, yaitu uang yang dibutuhkan untuk membeli tanah, peralatan dan lain-lain.
(3) Teknologi.
(4) Informasi-informasi yang diperlukan.

 Proses transformasi mengubah input menjadi output untuk tiap organisasi/perusahaan:
1.      perusahaan produksi menggunakan transformasi fisik yaitu pengubahan secara fisik bahan baku menjadi barang jadi.
2.      Transportasi menggunakan transformasi lokasional.
3.      Perusahaan dagang menggunakan transformasi uang dan barang.
4.      Gudang digunakan sebagai transformasi penyimpanan.
5.      Transformasi informasi dari satu orang ke orang lain.
Lingkungan eksternal terdiri dari: pengaturan unsur-unsur tindakan langsung atau tidak langsung dari lingkungan seperti dari pemerintah, inflasi, supplier, dan nilai-nilai sosial.
Output merupakan hasil produk akhir(final) yang terdiri dari: barang, jasa atau ide. Perusahaan produksi adalah perusahaan yang menghasilkan barang-barang berwujud (fisik). Barang itu bisa disimpan di gudang dan bertahan lama. Oleh karena itu kontak hubungan dengan pelanggan untuk mencari sasaran selera dari konsumen saat perancangan produk-produk (perencanaan) yang dihasilkan secara missal perlu dilakukan. Perusahaan jasa dan ide sebaliknya, tidak dapat disimpan. Jasa tidak dapat disajikan tanpa kontak dan partisipasi konsumen. Pengukuran jasa cenderung lebih sederhana dibandingkan pengukuran kinerja produk (pelaksana/proses konversi). Manajemen operasional mengacu pada aktivitas-aktivitas manajemen kompleks yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan dalam jalannya operasi perusahaan. Manajemen operasional penting, karena dapat mengembangkan produktivitas, yang akan menciptakan perusahaan yang berkualitas (prioritas bersaing).

2.3 Pendekatan Sistem Operasional
Proses transformasi manajerial merupakan tugas manajer untuk mengubah input dengan cara yang efisien dan seefektif mungkin menjadi output.  Pendekatan yang paling komprehensif dan bermanfaat adalah dengan menggunakan fungsi-fungsi manajerial sebagai kerangka kerja/ framework untuk mengorganisasikan pengetahuan manajerial.
Sistem komunikasi. Komunikasi sangat penting bagi proses manajerial karena dua alasan:
A.  Menggabungkan fungsi-fungsi manajerial:
1.      penting untuk pemilihan, penilaian dan training manajer dalam berperan di struktur organisasi.
2.      Kepemimpinan yang efektif dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif untuk motivasi tergantung pada komunikasi.
(c) Untuk menentukan/melihat apakah pekerjaan berjalan sesuai dengan rencana yang telah dibuat.
B.  Untuk menghubungkan perusahaan dengan lingkungan eksternalnya.
Output. Tugas manajer untuk menjamin/menjaga dan menggunakan input perusahaan dan mengubahnya melalui fungsi manajerial ke dalam output.
Sistem penguatan kembali (reenegizing) penting untuk diperhatikan bahwa dalam model sistem manajemen operasional beberapa output akan menjadi input kembali. Begitu pula profit, kelebihan pendapatan terhadap biaya akan diinvestasikan kembali dalam bentuk kas dan barang-barang capital (mesin, peralatan, bangunan-bangunan dan persediaan). Pendekatan sistem operasional ini digambarkan oleh H. Weihrich dan H. Koontz.

2.4 Model Strategi Operasi
R. G. Schoeder, bahwa dalam menentukan strategi operasi terdapat empat komponen yang harus dimasukkan:
a)      misi,
b)      kemampuan khusus,
c)      tujuan-tujuan,
d)     kebijakan-kebijakan (Muslich Anshori:1996).

2.5 Keterkaitan Tujuan Perusahaan dan Operasi
Tujuan operasi adalah menunjukkan “produktivitas” operasi yang diminta jika perusahaan itu hendak mencapai keunggulan bersaing di pasar. Operasi mencapai tujuannya melalui keputusan structural dan teknis dalam tiga bidang: fasilitas, dukungan infrastruktur, serta hubungan internal yang tepat. Bidang ini disebut operasi sebagai suatu sistem yang produktif dapat menghasilkan barang atau jasa.

2.6 Perancangan Sistem Operasi
Mencari konsumen potensial dan mengevaluasi produk dan jasa merupakan salah satu cara untuk perancangan strategi perusahaan. Perancangan system operasional meliputi pembuatan keputusan mengenai apa dan dimana mereka akan diproduksi dan oleh siapa.
Perancangan dan perencanaan barang/jasa:
1)      menghasilkan ide, barang, dan jasa.
2)      Memilih ide yang secara teknologi dapat dikerjakan dengan mudah (feasible), dapat dipasarkan dan sesuai/ cocok dengan keseluruhan strategi perusahaan.
3)      Menghasilkan perancangan barang dan jasa final.

Rancangan tambahan computer/ Computer Aided Design (CAD). Saat ini perancangan produk meliputi berbagai proses yang melibatkan kreatifitas, testing prototype atau model kerja dengan CAD. CAD memungkinkan perancangan produk, drafting, dan tes agar penyajiannya bagus dan menarik lewat komputer. Karena hampir 80% biaya produk ditetapkan oleh rancangan, kebanyakan pabrik/pengusaha cenderung menggunakan teknik yang semu, dimana perancangan dan teknisi pabrik bekerjasama untuk menyederhanakan rancangan. Jadi, computer membuat suatu rancangan yang dapat digunakan secara otomatis dan mengawasi seluruh proses operasional. Hal ini disebut Perancangan kapasitas adalah keputusan operasional yang mempertimbangkan kuantitas barang/jasa yang akan diproduksi. Bill of material adalah daftar jenis dan jumlah bagian yang diperlukan untuk menghasilkan produk yang diinginkan. Keputusan kedua dalam merancang system operasi adalah berapa banyak produk/jasa yang akan dihasilkanperencanaan kapasitas suatu proses meramalkan permintaan dan kemudian memutuskan sumber daya apa yang diperlukan untuk dapat memenuhi permintaan. Perubahan kapasitas meliputi waktu kerja, shift personal, subkontrak dan penggunaan persediaan. Perubahan kapasitas meliputi tambahan atau perpindahan kapasitas dengan ekspansi fasilitas fisik, atau ekspansi kontrak.
Pemilihan proses menentukan bagaimana barang/jasa dihasilkan yang melibatkan keputusan teknologi:
1.      pilihan teknologi utama (mayor).
2.      Pilihan teknologi pendukung(minor).
3.      Pilihan komponen-komponen tertentu.
4.      Computer Aided Design (CAD)/Computer Automated Manufacturing (CAM) dan Computer Integrated Manufacturing (CIM).

Pemeliharaan arus proses tergantung pada sifat dan keadaan sistem.
1.      Pemilihan lokasi fasilitas. Tujuan dari perencanaan lokasi adalah untuk memanfaatkan kapasitas yang ada dalam sistem dengan cara yang dapat meminimalkan produksi total dan biaya distribusi untuk setiap fasilitas tambahan, fixed cost dan variable cost terjadi. Analisa lokal diproses dengan menentukan kebutuhan-kebutuhan lokasi dan mengevaluasi alternatif daerah, komunitas dan tempat tertentu dengan menggunakan:
2.      model keuangan tradisional,
3.      program linier,
4.      model statistik,
5.      model simulasi komputer dan
6.      model rating faktor lokasi.

Perencanaan penyusunan tata ruang. Dalam penyusunan tata ruang, proses dan alat keputusan diterjemahkan ke dalam pengaturan fisik untuk produksi ruangan harus tersedia untuk:
a.                   fasilitas produksi.
b.                  Fasilitas non produksi.
c.                   Fasilitas pendukung.

Ruang juga harus menyediakan untuk ruangan bahan atau kapasitas tambahan. Layout yang bagus untuk meminimalkan ruang untuk penanganan bahan dan alat memuaskan faktor-faktor lain. Tata ruang dapat ditentukan oleh arus kerja atau fungsi-fungsi dalam sistem operasional. Tata ruang arus kerja merupakan perencanaan yang mempertimbangkan:
1.                  penyusunan tata ruang produksi (product layout) digunakan untuk memproduksi yang telah standar dan biasanya dengan volume output besar dan dikerjakan dengan proses yang sama dari awal sampai akhir.
2.                  Penyusunan tata ruang proses (process layout) untuk mengatur produksi berdasarkan tugas. Process layout berorientasi proses dan sesuai untuk sistem operasi terputus bila aliran kerja tidak standar/bebas, penyusunan tata letak dimana alat yang sejenis atau yang mempunyai fungsi sama ditempatkan di bagian yang sama dan pengelompokan personalia dan mesin mengerjakan pekerjaan sejenis.
3.                  Penyusunan tata ruang posisi tetap (fixed position layout) untuk menangani produk-produk yang besar dan berat.

Penyusunan tata ruang fungsi merupakan perencanaan tata ruang yang mempertimbangkan:
1)      tata ruang penyimpanan untuk meminimalkan biaya persediaan dan biaya penyimpanan.
2)      Tata ruang pemasaran untuk memaksimalkan pengenalan, promosi, dan penjualan produk.
3)      Tata ruang proyek untuk membangun proyek atau satu jenis produk dalam suatu bangunan.

 Rancangan kerja mempengaruhi biaya operasi. Ada dua masalah penting dalam rancangan kerja:
a.       tingkat keahlian, dan
b.      perilaku pegawai yang dibawa ke tempat kerja serta keselamatan kerja.

2.7 Perencanaan dan Pengawasan Operasional

Tujuan perencanaan dan pengawasan operasional adalah untuk memaksimalkan pelayanan pada konsumen, meminimalkan investasi persediaan dan memaksimalkan efisiensi.
Perencanaan produksi didasarkan pada ramalan:
(1) keseluruhan rencana dibuat dalam waktu tertentu.
(2) Perencanaan operasional harus diterjemahkan ke dalam jadwal produksi utama yang menentukan kuantitas dan waktu jangka pendek produksi utama yang menentukan kuantitas dan waktu jangka pendek produk akhir harus dihasilkan.Untuk memproduksi suatu barang atau jasa diperlukan faktor-faktor produksi: man, money, materials, methode, machine, dan market yang disingkat Sixm`s.
Manajemen persediaan. Persediaan adalah supply bahan baku, bahan setengah jadi atau barang dalam proses dan barang jadi bagi perusahaan untuk tetap mempertahankan agar bisa memenuhi kebutuhan operasionalnya. Untuk meminimalkan biaya-biaya persediaan dan pemeliharaan persediaan secara optimum, berbagai model matematik dan model persediaan berbasis komputer telah dikembangkan untuk membantu manajer dalam memutuskan kapan dan berapa banyak persediaan yang harus dipesan. Ada tiga metode yang paling penting, yaitu:
(1) Material requirement planning (MRP). Perencanaan bahan-bahan yang diperlukan, adalah system perencanaan operasional dimana produk akhir dianalisa untuk menentukan bahan-bahan yang diperlukan untuk memproduksi produk tersebut.
(2) Material resource planning membandingkan dengan kebutuhan MRP untuk mengetahui sumber daya dan menghitung biaya unit, dapat juga digunakan dengan program computer lain untuk menangani pesanan masuk, pemfakturan, dan tugas-tugas operasional lain. MRP II menyediakan sistem pengawasan bahan yang lebih baik disbanding MRP.
(3) Just in time inventory (JITI) merupakan sistem persediaan dimana kuantitas produksi seimbang/sama dengan kuantitas pengiriman, dimana pembelian bahan dan pengantaran barang jadi dilakukan tepat pada saat dibutuhkan/digunakan (just in for usage).
Pengawasan kualitas merupakan salah satu cara yang penting untuk menambah nilai (value added) produk jasa yang membedakannya dari produk dan jasa pesaing. Karena itu pengawasan kualitas sekarang dipandang sebagai bagian yang utuh dari strategi perusahaan sebagai akibatnya, pengawasan kualitas dipertimbangkan pada setiap tahap proses operasi, dengan identifikasi tujuan serta memperbaiki kesalahan secepat mungkin daripada menunggu sampai akhir operasi. Cara pengawasan kualitas tradisional: penerimaan sample (acceptance sampling).  Pengawasan proses (process control). Teknik ini dikembangkan selama tahun 30-an oleh Bell Telephone statistik, karena melibatkan tes statistik sampling dan proporsinya lebih besar dibandingkan tes lain. Prosedur pengawasan proses. Prosedur penerimaan sampel merupakan tes sejumlah kecil sampel yang diambil dari batch untuk melihat apakah keseluruhan batch dapat diterima, ditolak atau harus melalui beberapa tes terlebih dahulu.
Manajemen kualitas terpadu (Total Quality Management/ TQM). Trilogy J. M. Juran: perencanaan, pengendalian, dan peningkatan mutu. Manajemen kualitas terpadu merupakan sistem manajemen yang mengangkat kualitas sebagai strategi usaha yang berorientasi pada kepuasan-langganan dengan melibatkan seluruh anggota. Melalui pengolahan mutu terpadu diharapkan barang dan jasa yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan sesuai dengan keinginan dan harapan konsumen.
Penghargaan kualitas (Quality Award) untuk memacu serta memotivasi dan menghargai hasil karya produk barang, jasa yang menunjukkan suatu prestasi akan komitmen seseorang atau perusahaan pada kualitas, maka telah dibuatkan standar penghargaan baik yang bersifat nasional, regional maupun internasional.
2.8 Konsep dan Aplikasi di Bidang Manajemen Operasional
 Terkait pula dengan isu-isu strategik dalam era baru manufaktur yang diindikasikan oleh adanya tuntutan penguasaan teknologi, kecepatan, fleksibilitas tinggi sebagai competitive excellence perusahaan.





BAB III
KESIMPULAN

 Manajemen operasional merupakan aplikasi dari konsep dan prinsip manajemen dalam praktek, sehingga manajemen operasi memiliki kedudukan yang sangat penting pada suatu perusahaan. Karena tanpa manajemen yang baik dalam pengoperasian, suatu perusahaan akan mengalami masalah. Itulah sebabnya, mengapa pengetahuan tentang manajemen operasi mutlak diperlukan oleh setiap manajer.
Model konseptual sistem operasional merupakan hal paling utama yang harus ditentukan oleh manajer untuk diterapkan pada perusahaan. Agar tujuan yang diinginkan oleh perusahaan dapat segera dicapai.
Hal terpenting pada manajemen operasi ialah penerapan konsep dan aplikasi manajemen itu sendiri. Terutama pada penguasaan teknologi, kecepatan, dan fleksibilitas tinggi sebagai competitive excellence perusahaan.







DAFTAR PUSTAKA

Sule,ernie tisnawati dan Saefullah kurniawan.(2010).pengantar manajemen.Jakarta:kencana
Ellitan, Lena dan Anatan, Lina.(2008).Manajemen Operasi.Bandung:Refika Aditama
Hasibuan, Malayu.(1996).Manajemen Dasar Pengertian dan Masalah.Jakarta:Gunung Agung
Prawirasentono, Suryadi.(2002).Pengantar Bisnis Modern.Jakarta:Bumi Aksara
Ukas, Maman.(2006).Manajemen Konsep Prinsip dan Aplikasi.Bandung:Agnini
Wiludjeng, Sri.(2007).Pengantar Manajemen.Yogyakarta:Graha Ilmu



[1] Sule tisnawati sule dan kurniawan saefullah.Pengantar Manajemen.(Jakarta:kencana,2010)
[2] Lena ellitan dan lian Anatan.Manajemen Operasi.Bandung(Refika Aditama,2008)

1 komentar: